Jumat, 12 April 2013


PENYAKIT PERSENDIAAN


PENGERTIAN
Osteoporosis adalah suatu keadaan yang ditandai dengan massa tulang yang rendah dan kerusakan pada mikrostruktur tulang sehingga meningkatkan resiko fraktur (patah tulang) dimana kerusakan ditentukan oleh 2 faktor utama yaitu kepadatan dan kualitas tulang.
Osteoporosis disebabkan menurunhya kepadatan tulang terutama akibat kurangnya asupan kalsium dalam jangka waktu lama.

Arthritis adalah istilah umum untuk peradangan (inflamasi) dan pembengkakan di daerah persendian. Salah satu penyakit arthritis adalah osteoarthritis.

Osteoartritis adalah Merupakan penyakit sendi degeneratif yang progresif dimana rawan kartilago yang melindungi ujung tulang mulai rusak, disertai perubahan reaktif pada tepi sendi dan tulang subkhondral yang menimbulkan rasa sakit dan hilangnya kemampuan gerak.

Artrtitis gout (pirai)/asam urat  adalah Biasanya sebagai akibat dari kerusakan sistem kimia tubuh. Kondisi ini paling sering menyerang sendi kecil, terutama ibu jari kaki. Arthritis gout hampir selalu dapat dikendalikan oleh obat dan pengelolaan diet.

Artritis rheumatoid adalah Merupakan penyakit autoimun, dimana pelapis sendi mengalami peradangan sebagai bagian dari aktivitas sistem imun tubuh. Arthritis rheumatoid adalah tipe arthritis yang paling parah dan dapat menyebabkan cacat, kebanyakan menyerang perempuan hingga tiga sampai empat kali daripada laki-laki.

GEJALA OSTEOPOROSIS
Osteoporosis tidak menunjukkan tanda-tanda yang jelas atau khusus hingga terjadinya patah tulang, karena itu osteoporosis biasa disebut sebagai silent disease karena proses hilangnya tulang berlangsung secara pogresif selama bertahun-tahun tanpa kita sadari dan tanpa disertai dengan adanya gejala.Gejala-gejala yang timbul dapat berupa:
-          Patah tulang
-          Punggung semakin membungkuk
-          Hilangnya tinggi badan
-          Nyeri punggung

FAKTOR RESIKO OSTEOPOROSIS
Faktor resiko osteoporosis yang tidak dapat dikendalikan  seperti :
-  Jenis kelamin : wanita memiliki resiko osteoporosis yang lebih tinggi dibandingkan pria
-  Kurangnya olahraga : akan menjaga kualitas
-  Genetik
-  Monopause dini : kurangnya estrogen mempercepat proses hilangnya tulang
-  Penggunaan pengobatan tertentu dalam jangka panjang seperti glukokortikoid yang banyak  digunakan untuk asma dan inflamasi
-  Kondisi hipertiroid
-  Usia ; usia yang lebih tua memiliki resiko tinggi untuk mengalami osteoporosis

PEMERIKSAAN PENANDA BIOKIMIA TURNOVER TULANG
Tulang merupakan jaringan yang aktif dan dinamik yang mengalami remodeling secara konstan. Pada proses remodeling, tulang tua akan digerogoti (pengeroposan tulang) untuk kemudian diganti dengan jaringan tulang yang baru. Apabila seseorang mengalami proses pengeroposan tulang lebih tinggi dari proses pembentukan tulang, maka resiko untuk kehilangan tulang menjadi lebih besar.
Proses pengeroposan tulang dapat diketahui dengan :

Pemeriksaan penanda biokimia CTx (C-Telopeptida) merupakan hasil penguraian kolagen tulang yang dilepaskan kedalam sirkulasi darah sehingga spesifik untuk menilai kecepatan proses pengeroposan tulang.

Pemeriksaan N-MID-Oesteocalcin untuk mengetahui proses pembentukan tulang. Osteocalscin merupakan protein spesifik tulang, sehingga pemeriksaan ini dapat digunakan sebagai penanda biokimia pembentukan tulang dan juga untuk menentukan turnover tulang pada beberapa penyakit tulang lainnya. N-MID-Osteocalcin dalam serum digunakan untuk pemantauan pengobatan pada osteoporosis.

OSTEOARTTRITIS

Faktor Resiko
-          Obesitas
-          Genetik
-          Nutrisi
-         Hormonal  :Pada kartilago terdapat reseptor estrogen, dan estrogen mempengaruhi banyak penyakit inflamasi dengan merubah pergantian sel, metabolisme, dan pelepasan sitokin. Perempuan perimenopause rupanya lebih cenderung menderita arthritis inflamatorik. Ini memberi kesan bahwa estrogen berperan dalam osteoarthritis. Tampaknya perempuan yang mendapat estrogen replacement therapy mempunyai kemungkinan menderita osteoarhtritis lebih kecil daripada yang tidak, tetapi studi estrogen dan osteoarthritis pada binatang memberikan hasil yang bertentangan.

FISIOLOGI SENDI
Sendi adalah bagian dari tubuh di mana dua tulang atau lebih bersatu dalam suatu koordinasi antara otot, tendon, ligamen, cartilage. Otot diikat pada tulang dengan tendon (jaringan yang fleksibel, seperti tali berserabut). Otot menciptakan gerakan pada sendi, dan juga membantu menstabilkan sendi. Cartilage artikular yang licin menyelubungi tulang di sendi dan membantu gerakan yang bebas gesekan, sedangkan penutup kartilago membantu meredam hentakan. Seluruh sendi dikelilingi oleh sarung yang kuat dari bahan berserat dinamakan kapsul sendi. Lapisan sinovial dari kapsul sendi mengeluarkan cairan sangat sedikit, yang berfungsi sebagai lubrikan sendi. Selain itu beberapa sendi (seperti bahu dan lutut) mempunyai kantong bursa (bursae), kantung kecil berisi cairan yang berfungsi sebagai bantalan sendi dan mengurangi gesekan.
Tubuh manusia mempunyai berbagai macam sendi, dari ”engsel” yang sederhana seperti siku sampai yang sangat kompleks seperti panggul dan bahu, yang dapat digerakkan ke segala arah. Selain itu beberapa sendi harus mampu menahan beban dan tekanan yang besar, seperti sendi lutut yang harus menopang berat seluruh tubuh. Selanjutnya, tekanan pada lutut berlipat ganda saat kita berlari, naik tangga, atau berjalan pada permukaan yang tidak rata.


PATOFISIOLOGI

Kartilago sendi biasanya licin, mengkilat, dan basah; pada sendi sehat, kartilago melindungi permukaan yang bergerak satu sama lain dengan gesekan sekecil mungkin, seperti “gelas dengan gelas”. Kartilago biasanya menyerap nutrisi dan cairan seperti spons, dan ini dapat mempertahankan kartilago tetap sehat dan licin. Pada OA, kartilago tidak mendapatkan nutrisi dan cairan yang dibutuhkan. Lama-kelamaan kartilago dapat mengering dan retak, bukannya membuat gerakan halus sepeti “gelas pada gelas “, kartilago yang kasar bergerak seperti kertas amplas dengan kertas amplas lain. Pada kasus yang ekstrim habisnya kartilago menyebabkkan terjadinya kontak antara tulang dengan tulang. Rasa sakit pada OA tidak ada hubungannya dengan rusaknya kartilago tetapi timbul karena aktivasi dari nosiseptif ujung-ujung saraf di dalam sendi oleh iritan mekanis ataupun kimiawi. Nyeri pada OA dapat karena penggelembungan dari kapsul sinovial oleh peningkatan cairan sendi, mikrofaktur, iritasi periosteal, atau kerusakan ligamen, sinovium, atau meniskus.

OBAT-OBATAN
-          Paracetamol
-          Natrium diklopenak
-          Ibupfropen
-          Piroxicam
-          Meloksikam
-          Naproksen
         Ketopfrofen
-          Asam hyaluronidase: disuntikkan di sendi, biasanya untuk OA lutut. Zat ini adalah komponen dari sendi, terlibat dalam lubrikasi dan nutrisi sendi.

                                                                                                                        diyah _mustary *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar